Mengapa memperturutkan hawa nafsu disandingkan dengan menyia-nyiakan shalat?

Allah Ta’ala berfirman dalam surat Maryam ayat 59 :
فَخَلَفَ مِن بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا 59

Akan datang sepeninggal mereka, generasi pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui kesesatan

Menurut para ulama, Surat Maryam ayat 59 ini memberikan faidah bahwa orang yang menyia-nyiakan shalatnya maka ia akan diuji dengan mengikuti nafsu syahwatnya. Atau sebaliknya, orang yang memperturutkan hawa nafsunya tentu akan menyia-nyiakan shalatnya. Maka ada korelasi yang kuat di antara keduanya. Seolah keduanya adalah satu kesatuan, yang tidak bisa dipisahkan.

Jika ada yang mendirikan shalat, tetapi ia masih memperturutkan hawa nafsunya, maka Imam Ibnu Taimiyah Rahimahullah memberikan kesimpulan bahwa pasti shalatnya cacat. Terutama keikhlasannya, karena orang yang ikhlas akan terjaga dari memperturutkan hawa nafsunya. Sebagaimana selamatnya Nabi Yusuf untuk memenuhi ajakan dan rayuan istri al-Aziz.

 

 

Penulis : Ibnu Abdil Bari

Bagi anda atau saudara atau tetangga anda yang belum tahu klik link di bawah ini